ISO
Definisi ISO :
ISO
berasal dari kata Yunani ISOS yang
berarti sama, kata ISO
bukan diambil dari singkatan nama
sebuah organisasi walau banyak
orang awam mengira ISO berasal dari
International Standard of
Organization, ISO 9001 merupakan standard international
yang mengatur tentang
sistem management Mutu
(Quality Management System), oleh
karena itu seringkali
disebut sebagai “ISO
9001, QMS” , sedangkan
tulisan 2008 menunjukkan
tahun revisi, maka
ISO 9001:2008 adalah
system manajemen mutu ISO 9001
hasil revisi tahun
2008.
Pertanyaan
berikut yang muncul, apakah ISO
sering mengalami revisi ?
jawabnya : YA.
Seiring perkembangan zaman
dan kemajuan teknologi,
terutama semakin luasnya
dunia usaha, maka kebutuhan akan pengelolaan system manajemen
mutu semakin dirasa perlu dan mendesak untuk diterapkan pada berbagai scope
industry yang semakin hari semakin beragam. Versi 2008 ini adalah versi
terbaru yang diterbitkan pada Desember 2008 lalu. Versi 2008 lahir sebagai bentuk penyempurnaan
atas revisi tahun 2000. Adapun perbedaan antara versi 2000 dengan 2008 secara
significant lebih menekankan pada
effectivitas proses yang
dilaksanakan dalam organisasi tersebut. Jika pada versi 2000
mengatakan harus dilakukan corrective dan preventive action, maka versi 2008 menetapkan
bahwa proses corrective dan preventive action yang dilakukan
harus secara effective
berdampak positif pada
perubahan proses yang terjadi dalam organisasi. Selain itu, penekanan pada control proses outsourcing
menjadi bagian yang disoroti dalam versi terbaru ISO 9001 ini.
1.
8 Prinsip Manajemen
System ISO
9001:2008 focus pada
effectifitas proses continual
improvement , dimana dalam setiap process senantiasa melakukan perencanaan yang
matang, implementasi yang
terukur dengan jelas,
dilakukan evaluasi dan analisis
data yang akurat
serta tindakan perbaikan
yang sesuai dan monitoring pelaksanaannya agar
benar-benar bisa menuntaskan masalah yang terjadi di organisasi.
Pilar
berikutnya yang digunakan demi menyukseskan proses implementasi
ISO 9001 ini, maka ditetapkanlah
Delapan prinsip manajemen
mutu yang bertujuan untuk mengimprovisasi kinerja
system agar proses
yang berlangsung sesuai
dengan focus utama yaitu
effectivitas continual improvement, 8
prinsip manajemen yang dimaksud adalah :
1. Customer
Focus : Semua aktifitas perencanaan dan implementasi sistem semata-mata
untuk memuaskan customer.
2.
Leadership :
Top Management berfungsi
sebagai Leader dalam
mengawal implementasi Sistem bahwa
semua gerak organisasi
selalu terkontrol dalam satu komando dengan komitmen yang sama dan
gerak yang sinergi pada setiap elemen organisasi
3. Keterlibatan
semua orang : Semua elemen dalam organisasi terlibat dan konsen dalam implementasi
sistem manajemen mutu
sesuai fungsi kerjanya
masing-masing, bahkan hingga
office boy sekalipun
hendaknya senantiasa melakukan
yang terbaik dan membuktikan kinerjanya layak serta berkualitas, pada fungsinya
sebagai office boy.
4. Pendekatan Proses
: Aktifitas implementasi
sistem selalu mengikuti
alur proses yang terjadi dalam
organisasi. Pendekatan pengelolaan proses dipetakan melalui proses bisnis.
Dengan demikian, pemborosan karena proses yang
tidak perlu bisa dihindari atau
sebaliknya, ada proses
yang tidak terlaksana
karena pelaksanaan yang
tidak sesuai dengan flow process
itu sendiri yang berdampak pada
hilangnya kepercayaan pelanggan.
5. Pendekatan System
ke Management :
Implementasi sistem mengedepankan pendekatan pada
cara pengelolaan (manajemen)
proses bukan sekedar menghilangkan masalah
yang terjadi. Karena
itu konsep kaizen, continual improvement sangat
ditekankan. Pola pengelolaannya bertujuan
memperbaiki cara dalam menghilangkan
akar (penyebab) masalah
dan melakukan improvement untuk menghilangkan potensi
masalah.
6.
Perbaikan
berkelanjutan : Improvement, adalah roh implementasi ISO 9001:2008
7.
Pendekatan Fakta
sebagai Dasar Pengambilan
Keputusan : Setiap
keputusan dalam implementasi sistem
selalu didasarkan pada fakta
dan data. Tidak
ada data (bukti implementasi)
sama dengan tidak dilaksanakannya sistem
ISO 9001:2008
8. Kerjasama yang
saling menguntungkan dengan
pemasok : Supplier
bukanlah pembantu, tetapi mitra
usaha, business partner
karena itu harus
terjadi pola hubungan saling
menguntungkan.
Proses pengajuan /
registrasi ISO yaitu dengan tiga langkah sederhana sebagai berikut:
- Aplikasi permohonan pendaftaran dilakukan dengan melengkapi kuestioner Sistem Manajemen Mutu (SMM). SMM menyediakan kerangka kerja bagi perusahaan anda dan seperangkat prinsip-prinsip dasar dengan pendekatan manajemen secara nyata dalam aktifitas rutin perusahaan untuk terciptanya konsistensi mencapai kepuasan pelanggan.
- Asesment terhadap ISO 9001 yang dilakukan oleh NQA – dimana suatu organisasi haruslah dapat menunjukkan bahwa manajemen mutu yang dilakukannya telah benar-benar berjalan secara minimal dalam jangka waktu tiga bulan sesuai seluruh urutan (siklus) dari audit internal
- Permohonan pendaftaran disetujui oleh NQA, berikut tahapan selanjutnya harus dilakukan oleh klien. Program tahunan kunjungan audit pengawasan (surveilans) haruslah benar-benar dilaksanakan serta proses sertifikasi ulang setelah tiga tahun masa berlakunya sertifikasi ISO 9001 tersebut.
Apa sajakah manfaat-manfaat yang diperoleh
dari pendaftaran ISO 9001?
- Kepuasan pelanggan dengan penyampaian produk secara konsisten dalam memenuhi persyaratanpersyaratan pelanggan
- Mengurangi biaya operasional dengan peningkatan berkesinambungan pada proses-proses dan hasil dari efisiensi operasional
- Peningkatan hubungan pada pemegang kepentingan termasuk para staf, pelanggan dan pemasok
- Persyaratan kepatuhan hukum dengan pemahaman bagaimana persyaratan suatu peraturan dan perundang-undangan tersebut mempunyai pengaruh tertentu pada suatu organisasi dan para pelanggan anda
- Peningkatan terhadap pengendalian manajemen resiko dengan konsistensi secara terus-menerus dan adanya mampu telusur suatu produk dan pelayanan
- Tercapainya kepercayaan masyarakat terhadap bisnis yang dijalankan dibuktikan dengan adanya verifikasi pihak ketiga yang independen pada standar yang diakui
- Kemampuan untuk mendapatkan lebih banyak bisnis khususnya pemenuhan spesifikasi-spesifikasi pengadaan yang membutuhkan sertifikasi sebagai suatu persyaratan untuk melakukan suplai barang dan jasa
